Karena setiap jengkal bumi ini adalah bumiNya, dan kita adalah pemakmurnya maka mengembaralah. Dengan niat untuk membela panjiNya, menuntut ilmu karenaNya maka bersiaplah menerima estafet kepemimpinan, karena kita ditakdirkan menjadi pemimpin. Bersiaplah! Bersiaplah! Karena harapan itu masih ada….
ah.. ternyata sama saja dengan bahasa isgring
By: novrian on June 16, 2008
at 12:39 pm
assalamu’alaikum…
hehe, kalo gitu ejaan yang belum sempurnya aja.
By: yayan on June 26, 2008
at 7:36 am
waa’alaikumussalam
iye iye…duh….lagi males nulis yang resmi
By: dzikrina on June 26, 2008
at 11:17 am
Di tempatku dah ada ejaan yang lebih maju lagi, yaitu ejaan SWD. Apa itu ? Ejaan SUWARDJONO…
ada semacam selebarannya juga yang membetulkan bahasa2 yang salah, kaya metode tu harusnya metoda, abstraksi harusnya abstrak, nirlaba seharusnya nonlaba, dan masih banyak yaang lain…sementara ini saya punya udah sampai seri 16_2 itu aja belum takbaca semua… Het2
padahal Pak Suwardjono itu dosen makul akuntansi lho….
By: Sony Haryo Prabowo on June 26, 2008
at 12:31 pm
wah,,,kalau soal ejaan ma aku mungkin yang paling lemah dalam hal ini. Pas di Malaysia aku juga rada bingung, bahkan bertanya-tanya kok bisa ya akarnya melayu tetapi kaedah berbahasanya berbeda. Nanti kalau aku dah ambil matku Bahasa Melayu Nusantara mungkin aku akan leih tau (apa malah lebih bingung)
By: dzikrina on June 26, 2008
at 12:39 pm
duwh ana, iki maksute opo to jogja-malaysia-next??
By: Puan Wijaya on February 16, 2009
at 12:42 pm
ya gitu deh Kak hehehe,,,gak jelas,,,
meksude next itu keliling dunia, menyaksikan keajaiban terjadi
By: dzikrina on March 2, 2009
at 11:47 pm