Jogja-Malaysia-next??

Karena setiap jengkal bumi ini adalah bumiNya, dan kita adalah pemakmurnya maka mengembaralah. Dengan niat untuk membela panjiNya,  menuntut ilmu karenaNya maka bersiaplah menerima estafet kepemimpinan, karena kita ditakdirkan menjadi pemimpin. Bersiaplah! Bersiaplah! Karena harapan itu masih ada….

Responses

  1. ah.. ternyata sama saja dengan bahasa isgring

  2. assalamu’alaikum…
    hehe, kalo gitu ejaan yang belum sempurnya aja. ;)

  3. waa’alaikumussalam

    iye iye…duh….lagi males nulis yang resmi

  4. Di tempatku dah ada ejaan yang lebih maju lagi, yaitu ejaan SWD. Apa itu ? Ejaan SUWARDJONO…

    ada semacam selebarannya juga yang membetulkan bahasa2 yang salah, kaya metode tu harusnya metoda, abstraksi harusnya abstrak, nirlaba seharusnya nonlaba, dan masih banyak yaang lain…sementara ini saya punya udah sampai seri 16_2 itu aja belum takbaca semua… Het2

    padahal Pak Suwardjono itu dosen makul akuntansi lho….

  5. wah,,,kalau soal ejaan ma aku mungkin yang paling lemah dalam hal ini. Pas di Malaysia aku juga rada bingung, bahkan bertanya-tanya kok bisa ya akarnya melayu tetapi kaedah berbahasanya berbeda. Nanti kalau aku dah ambil matku Bahasa Melayu Nusantara mungkin aku akan leih tau (apa malah lebih bingung)

  6. duwh ana, iki maksute opo to jogja-malaysia-next??

  7. ya gitu deh Kak hehehe,,,gak jelas,,,

    meksude next itu keliling dunia, menyaksikan keajaiban terjadi :D


Leave a response

Your response: