wahai wanita, ketika engkau menikah siapkah dirimu berbagi ego?

bahwa kau nanti akan menikah dengan seorang lelaki yang tidak hanya milikmu saja, tapi juga milik keluarganya, milik lingkungan kerjanya, lingkungan pertemanannya, juga milik masyarakat secara keseluruhan?

Dapatkah kau berbagi cinta karena suami yang menikahimu kelak adalah sosok yang dicinta oleh masyarakat, oleh kolega kantor, juga teman semenjak kecilnya?

Siapkah bila nantinya, suamimu kelak memiliki masa di mana dia akan fokus kepada pekerjaannya? tidak hanya tentang kamu dan keluargamu?

Ketika kita memutuskan menikah, itu berarti kita harus siap membagi cinta dan curahan kasih sayang kita kepada sesama. Mungkin saja kau menikah dengan seorang diplomat, dokter, dosen terbang, menteri, nelayan, atau bahkan seorang presiden yang tanggungjawabnya begitu besar. Tanggung jawab kepada keluarganya, juga kepada ummatnya. Siapkah?

HANYA wanita hebatlah yang mampu bertahan dan menyokong suaminya menjadi lelaki yang hebat pula….