Posted by: dzikrina | October 26, 2009

Kangen Jogja….

Posted by: dzikrina | October 9, 2009

Kick it,,before you be kicked

Just want to say that…

the scary subject will cut us if we do not want to kick it…

- it will make you redo the quiz, again again and again

- it will haunt you wherever, whenever and WHOEVER you are

- it will make you scared by the lecturer and hate LOVE the subject

- it will make the lecturer remember you bcoz you’re handsome *bcoz you hv a bad mark*

- it will make you cry *bcoz you got C in you slip* and the WORST..

- it will be your nightmare at the whole  of your life next semester .

If  you like to have those ,,,,let see how the subject will make you suffering crazy and die, or ELSE

just runaway! oh no, i got a headache *LOL*

prepare your shoes and kick it off!!!


note: ask bout the picture? i just like it,,,why? I love myhusband physics :D

Posted by: dzikrina | September 5, 2009

And the new Gangster was born….

I was very busy this month, it is very usual every year before the Ied Fitri holiday. Every lecturer rush in hour to give me assignment, project, quiz as well as mid term. And if my head did not blow up, for sure I have sorrowful eye, less time to sleep and to take a rest.  Luckily, I have couple friends that feel the same..

In my experience, two years time in IIUM doesn’t mean that I can adapt to all the things that usually comes out every semester. I can feel the tension in both student and lecturer from very beginning of the semester. I was little bit worried at that time, because I spent three month to break, I did not take short semester and enjoy my holiday at that time. I’m very grateful to Allah SWT, because  I’ve got Dean’s List last semester, me and my friends are waiting the Grand Dinner Invitation, we will get the certificate and of course free dinner LOL. So, now the reality is infront of me.  I feel happy to be second year student, still five more semester to go :D .

Yesterday while we worked together to do the assignment a silly things came out of Qiela’s mind, why not to form a new Gang for a ICT student like us, me, Qiela and MR. F. I fell the same, triple YES YES YES! Why not?

Then my mind is fly to another chapter of my dream world, what if we form a gang, we make a paper and publish it under our name, what if we try our best to be sit-ted in the first row in the graduation day! You know what i mean ?!Or, what if we go along together to visit some beautiful places, to have some fun! May be we can go for dinner together at Bukit Ampang and see how beauty KL at night :D

Kinda fun dreams, rite!

And yes, we have some rules to follow, and brilliantly Qiela made those things. Me and MR. F just rise our hand while what she mentioned is very-us!

1. There is BIG NO to cheat at the EXAM

2. forgot

3.forgot

4.forgot

:D

Oh yes, I absolutely agree that friendship make things better and happier. At least, I got some fun, an enjoyful laugh with them. Whatch out! The new gangster was born! LOL

Posted by: dzikrina | August 24, 2009

Untuk Saudariku, Zivanna Letisha Siregar

Sungguh kalian akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai sekalipun mereka memasuki lubang biawak, kalian tetap mengikutinya.” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?”

(HR Bukhari dan Muslim)

Assalamu’alaikum wr wb.

Mungkin, engkau tidak mengenalku. Tetapi aku mengenalmu, dari tulisan-tulisan di berita, foto foto di internet, dan juga gembar-gembor orang-orang tentang sosokmu yang mewarnai layar kaca kami. Aku hanya ingin berbagi, bahwa aku sebagai wanita kasihan padamu, dengan lenggak lenggokmu dan bikini yang kau kenakan,,,Kau tahu, bahwa kebebasan dan kebahagiaan sebenar benarnya bagi kita, muslimah, bukan pada gemerlap ajang kecantikan sejagad raya atau Roxy, Blackberry, Mango, dan Louis Vuitton yang kau kenakan.

Aku ingin berbagi denganmu bahwa seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat, yaitu : sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

Mungkin engkau tidak tahu, bahwa Allah yang Maha Pengasih, mencintai kita, hingga Dia turunkan surat An-Nisa, khusus untuk kita? Bukankah engkau setuju, bahwa zat yang mengetahui seluk-beluk wanita adalah Sang Pencipta, yang menciptakan rambutmu yang indah, jarimu yang lentik, matamu yang berbinar, juga suaramu yang mendayu?

Dan dengannya, Allah menyayangi kita, karena kita indah, kita berharga. Wanita ibarat perhiasan dunia, wanita mulia, wanita yang solihah adalah perhiasan terbaik dari yang terbaik bagi dunia. Dan perhiasan terindah terbaik dan tersuci itu, tidak untuk diobral, TETAPI dijaga kesuciannya, diletakkan di tempat yang baik dengan SyariatNya.

Aku tidak ingin menakutimu, tetapi sebagai saudarimu sesama muslim, sekali lagi aku ingin berbagi denganmu, bahwa hanya wanita yang suci dan menjaga kehormatannya yang dapat mencium bau surga yang baunya itu semerbak, lebih semerbak dari parfum Paris Hilton, Elle, Dolce Gabbana, atau Calvin Klein yang kau punya.

“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim).


Sekali lagi, sebagai saudarimu aku ingin kau tahu,,,Semoga hidayah Allah datang padamu, melihat engkau berjilbab, mengenakan pakaian sopan adalah pakaian tercantik yang bisa kau kenakan. Dan beruntunglah suami yang mendapatkanmu, sebagai bidadarinya, di dunia dan InsyaAllah di akhirat. Amin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Dengan penuh cinta,
akhuki fillah,

dzikrina

Posted by: dzikrina | July 9, 2009

H1N1 dan Pengalaman Saya Hari Ini

Hari ini saya kembali ke Kuala Lumpur untuk melanjutkan kuliah saya di IIUM. Pukul 11.30 siang waktu setempat, saya sampai di terminal LCCT. Ada yang tidak biasa di anjungan imigrasi. Terlihat beberapa petugas kesehatan yang mengenakan masker meminta form kesehatan yang kami isi sebelum mendarat di LCCT. Form itu berisi beberapa pertanyaan, apakah kita terjangkit beberapa ciri-ciri terjangkitnya flu babi seperti demam, mual, batuk dan pusing. Semuanya saya lingkari NO.

Sekitar pukul 4 sore, saya sampai di Office Mahallah Hafsa untuk check in kamar. Di sana saya juga diberi formulir yang sama, namun berwarna kuning dan harus menuliskan tempat yang masuk dalam daftar penyebaran flu tersebut. Kebetulan, dua pekan yang lalu saya melawat ke United Kingdom, karenanya Office Mahallah meminta saya mengecek kesehatan di IIUM Health Centre dan mengenakan masker mulut.

Rupanya di sana sudah disediakan desk point untuk pengecekan tersebut. Setelah ditanya berapa lama saya melawat ke UK dan seterusnya, petugas memasukkan alat pengecek suhu ke dalam telinga dan diketahui saya terserang demam (salah satu ciri terjangkitnya H1N1). Bersama satu kawan lain, saya diantar ambulan IIUM ke Selayang Hospital untuk pengecekan lebih lanjut.

Setelah menunggu beberapa saat lamanya saya dan kawan saya ditanyai lebih lanjut dan dilakukan pengecekan suhu ulang. Suhu tubuh saya 37.2 C dan Alhamdulillah dokter memutuskan untuk tidak perlu dilakukan pengambilan sampel ludah. Namun, kawan saya karena keadaan yang lebih parah, pilek, suhu 38 C, radang tenggorokan, dan lemas harus melalui tes tersebut.

Sementara saya dibolehkan kembali ke kampus, kawan saya masih tertinggal untuk pengambilan sampel dahak. Saya sendiri harus membuat report di Health Centre IIUM dan kembali ke asrama. Alhamdulillah sekarang sudah di asrama kampus walau tidak boleh sekamar dengan siapapun.

Untuk kawan saya tadi, setelah diambil sampel dahak harus menunggu dua hari untuk mengetahui bahwa dirinya positif atau negative H1N1. Selama dua hari tersebut, yang bersangkutan akan dikarantina untuk sementara. Mungkin karena kawan saya yang satu lagi harus tes dahak, saya harus dikarantina juga di dalam kamar. Sudah dua kali saya ditelepon Klinik kampus agar tidak sekamar dengan siapapun.

Saya sendiri walau tidak perlu diuji air ludahnya, harus tetap menggunakan masker untuk berjaga-jaga. Dalam masa 7 hari, apabila terjadi gejala terjangkit flu babi, maka saya harus pergi ke rumah sakit Selayang untuk pengecekan kembali. Pesan dari saya, jaga kebersihan tangan dan gunakan masker yang disediakan cuma-cuma di bandara dan asrama.

Yah, semoga saja mahasiswa yang kembali ke Malaysia untuk menuntut ilmu, tidak membawa oleh-oleh flu babi yang meresahkan itu.

Older Posts »

Categories